“BUNGKAM”
OLEH : SITI DELVIA
KHAIRUNISAH
4 tahun lamanya, kita bersama
Sejak awal jumpa, ku rasakan sebuah
kerumitan
Kegelisahan hati
Ingin ku sampaikan gelisahku padamu
Namun hati ini selalu saja
Memaku nyali agar tetap bungkam
Hanya memperhatikan mu dari kejauhan
Aku adalah hati yang mengagumimu
Semua tentang mu, tak luput dari
penglihatan
Tawa mu …
Laksana padamkan bara
Senyum mu …
Laksana surutkan samudra
Tatapan mu …
Laksana cairkan kutub utara
Adakah kau rasakan?
Tatapan rindu di mata ini
Dapatkah kau dengarkan?
Bisikan hati ini
Adakah kau juga begitu?
Hatiku berkata pada hujan
Jika tidak, biarlah ! Biarlah aku merindu
Menatap mu di balik bayang bayang
Kadang, ingin ku teriakkan “I LOVE YOU”
untuk mu
Tapi hati ini berkata
Kau akan jauh tinggalkan ku
Maka ku bungkam
Kembali menatap mu dari kejauhan
Aku mengagumimu
Tanpa kau ketahui
Aku memerhatikanmu
Tanpa kau sadari
Belum sempat ku ucap cinta
Kau telah datang dengan curahan hati
Tentang kekasih baru mu
Apa yang bisa ku beri
Selain senyum kehampaan?
Hati yang telah 4 tahun menanti mu
Kini hancur berkeping
Hingga kuputuskan, untuk kembali bungkam
Kembali memendam rasa
Cukuplah bagiku tersenyum hampa
Melihat mu bahagia dengan nya
Jika suatu saat nanti kau terluka
Datang lah padaku
Akan ku obati lukamu
Dan jika kau telah sembuh
Pergilah kembali pada kekasih mu
Akan ku natar kau dengan senyum berseri
Walau hati bagai di iris belati
Andaikan bisa
Kan ku miliki hatimu seutuhnya
Namun kini
Kembali ku rayapi bayang bayang
Menjauh dari pandang mu
Hanya memperhatikan mu dari kejauhan
Ketahui lah
Aku selalu di sini
Memperhatikan mu
Menjaga mu
Dan Menanti mu
Ini puisi aku buat bener2 dengan sepenuh
hati, berdasarkan pengalaman yang terjadi di aku jugaak *ecieee
hahahahaa