Saturday, February 7, 2015

Bungkam


“BUNGKAM”
OLEH : SITI DELVIA KHAIRUNISAH


4 tahun lamanya, kita bersama
Sejak awal jumpa, ku rasakan sebuah kerumitan
Kegelisahan hati
Ingin ku sampaikan gelisahku padamu
Namun hati ini selalu saja
Memaku nyali agar tetap bungkam
Hanya memperhatikan mu dari kejauhan

Aku adalah hati yang mengagumimu
Semua tentang mu, tak luput dari penglihatan
Tawa mu …
Laksana padamkan bara
Senyum mu …
Laksana surutkan samudra
Tatapan mu …
Laksana cairkan kutub utara

Adakah kau rasakan?
Tatapan rindu di mata ini
Dapatkah kau dengarkan?
Bisikan hati ini
Adakah kau juga begitu?
Hatiku berkata pada hujan
Jika tidak, biarlah ! Biarlah aku merindu
Menatap mu di balik bayang bayang

Kadang, ingin ku teriakkan “I LOVE YOU” untuk mu
Tapi hati ini berkata
Kau akan jauh tinggalkan ku
Maka ku bungkam
Kembali menatap mu dari kejauhan

Aku mengagumimu
Tanpa kau ketahui
Aku memerhatikanmu
Tanpa kau sadari
Belum sempat ku ucap cinta
Kau telah datang dengan curahan hati
Tentang kekasih baru mu

Apa yang bisa ku beri
Selain senyum kehampaan?
Hati yang telah 4 tahun menanti mu
Kini hancur berkeping

Hingga kuputuskan, untuk kembali bungkam
Kembali memendam rasa
Cukuplah bagiku tersenyum hampa
Melihat mu bahagia dengan nya

Jika suatu saat nanti kau terluka
Datang lah padaku
Akan ku obati lukamu
Dan jika kau telah sembuh
Pergilah kembali pada kekasih mu
Akan ku natar kau dengan senyum berseri
Walau hati bagai di iris belati

Andaikan bisa
Kan ku miliki hatimu seutuhnya
Namun kini
Kembali ku rayapi bayang bayang
Menjauh dari pandang mu
Hanya memperhatikan mu dari kejauhan

Ketahui lah
Aku selalu di sini
Memperhatikan mu
Menjaga mu
Dan Menanti mu

Ini puisi aku buat bener2 dengan sepenuh hati, berdasarkan pengalaman yang terjadi di aku jugaak *ecieee
hahahahaa






0 comments:

Post a Comment

 

Kacamata Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez