Aku ingin jadi presiden.
Ya, aku menginginkannya. Kenapa? Jelas
banyak sekali alasannya, tetapi tentu saja alasan dengan sudut pandang dari
manusia berumur 16 tahun.
Aku mulai memiliki keinginan
menjadi Presiden sejak aku masuk SMA. Memang sih rasanya pasti tidak enak
menjadi seorang pemimpin negara. Harus menghadapi permasalahan ini itu,
mengurusi berkas berkas negara. Haduuuuhhh, bisa cepat tua aku ntar, hehehe. Tapi,
jika itu menghasilkan
sesuatu yang baik, kenapa tidak di coba saja, ya kan?
sesuatu yang baik, kenapa tidak di coba saja, ya kan?
Aku benci melihat banyak nya
koruptor di negri ini, aku muak melihat banyak nya anak terlantar di negri ini.
Toh negri ini sudah merdeka, tetapi kenapa masih banyak di luar sana mereka
yang tidak berkecukupan?
Negara ini tidak miskin kok, sama
sekali tidak miskin, buktinya masih banyak tuh uang yang bisa di kantongin oleh
tikus tikus berdasi itu! Mereka dengan mudahnya mengantongi uang milyaran
rupiah, sedangkan masih banyak anak jalanan yang dengan susah payah mengumpulkan
recehan demi sesuap nasi. Ntah dimana fikiran orang orang itu.
Dalam benakku, seandainya aku mencoba menjadi Presiden, aku bisa menghentikan mereka. Mengirim mereka ke penjara bawah tanah, bukan ke penjara berfasilitas lengkap. Tak peduli banyak nya uang yang mereka miliki.
Ingin rasanya aku memberi kritik
atas kebijakan hukum negri ini. Tapi aku masih tak sepenuhnya memahami tentang
hukum. Aku hanya mengomentari apa yang aku lihat. Tapi aku tahu, kritik dari ku
tak akan ada gunanya. Aku hanya rakyat kecil, rakyat biasa, tak ada jabatan apapun
di kenegaraan. Lagi pula, aku masih terlalu kecil untuk dapat di dengar oleh
mereka yang menyebut diri mereka ‘wakil rakyat’. Nantinya mereka hanya akan
berkata : “kamu masih kecil, jangan ikut campur!”. Yaah, memang selalu seperti
itu.
Oleh karena itu, aku ingin menjadi orang penting di negara ini, agar tak ada lagi yang bisa menyepelekan kritik dari ku. Jika aku menjadi Presiden, maka tak akan ada yang tak mau mendengar kritik ku, secara gitu kan, aku pemimpin negara, hahahaa (well, sudut pandang anak 16 tahun memang seperti ini)
Dari pada uang nya di korupsi, lebih baik di kondisikan untuk menciptakan lapangan kerja baru bagi pengangguran. Untuk di bangun rumah bagi anak terlantar, tak perlu mewah, yang penting mereka ada tempat untuk pulang dan beristirahat melepaskan lelah setelah mencari nafkah untuk mencukupi hidupnya. Akan banyak sekali pahala untuk pemerintah karena telah sedikit meringankan beban mereka.
Pernah ada seorang teman yang bertanya kepadaku, mengapa ingin menjadi presiden?
“Iya mba, devi pngen banget bantuin
mereka yang kurang beruntung di dunia ini. Tapi gimana la mba, devi masih kecil,
belum punya penghasilan. Suara nya belum mau di denger pemerintah. Susah mba jadi
rakyat kecil, kritiknya ga berarti, apalagi bocah sma kayak devi gini, mana
bkal di denger. Klo di indonesia ini, kebanyakan harus jadi orang berpengaruh dulu,
baru bisa ngerubah sesuatu yang besar Makanya mba devi pengen jadi presiden,
biar bisa ngerubah smua nya. Siapa coba yg mau nentang suara nya presiden”,
yaah seperti itulah jawaban ku. Apa adanya.
Terus, aku juga mau menggalakkan pelestarian lingkungan besar besaran. Hukuman mati bagi penebangan hutan liar, hahahahaa *sadis!. Abisan, ngeselin banget kalo ngeliet hutan itu gundul, jeleek banget. Hutan Indonesia itu kan paru paru dunia, jika hutan Indonesia musnah, dunia akan kehilangan paru paru nya, dan siap saja seluruh makhluk menghadapi ajal mereka *sadis part.II
Hmmmm apa lagi yaa, bingung mau di jelaskan lewat tulisan apa saja alasan dan tujuan ku menjadi pemimpin negara. Sekarang seperti ini dulu, nanti lain waktu jika sempat, aku akan melanjutkan tulisan ini. Mungkin nanti akan di sertakan dengan visi dan misiku menjadi Presiden, hehehee.
0 comments:
Post a Comment